Perjalanan Liburan dan Silaturahmi

img-20170120-wa0004

Asyik libur telah tiba, hehhe senang kalo sudah libur gini, pas banget liburan sekolah dan liburan akhir tahun berbarengan, jadi panjang liburnya deh. Kali ini rencana liburan dadakan karena ayah ga bisa cuti, akhirnya saya, anak anak dan asisten kesayangan aja yg liburan. Rute yang di pilih ciamis-cilacap-tasik. Perjalanan dimulai dari bekasi jam 7 pagi, maklum nyupir sendiri jadi lebih baik kalo jalan ditemani matahari. Biasanya saya lewat jalur selatan, kali ini saya mau mencoba jalur tengah lewat cikopo, keluar kertasari, majalengka, cikijing, kawali ciamis. Dan alhamdulillah lancar jaya, 3 kali berhenti istirahat akhirnya sampe di ciamis jam 1 siang.

Udara Ciamis menyapa, melepas kerinduanku pada almh mama. Kami bermalam dulu di ciamis, di rumah peninggalan almarhumah mama sambil bersilahturahmi ke sanak famili. Paginya kami bersiap untuk perjalanan selanjutnya ke cilacap, perjalanan di tempuh sekitar 4 jam. Waktu dzuhur kami sampai di cilacap, yg pertama kali dikunjungi adalah tempat sepupu saya, lama kami tidak ketemu senangnya bisa silahturahmi. Setelah ramah tamah dan menikmati makan siang, kami pun menuju pantai, kami sewa perahu untuk berkeliling, melewati kawasan LP nusakambangan. Sayangnya tidak diizinkan untuk turun, hanya melihat lihat dari perahu saja, lalu kami ke pantai pasir putih, bermain di pinggir pantai setelah itu masuk ke dalam hutan  yang jaraknya tidak jauh dari pantai. Ada benteng zaman dahulu yang tinggal puing puing tapi menjadi daya tarik tersendiri. Sayang sekali tidak di abadikan dengan foto foto.

Baca lebih lanjut

Dipublikasi di jalan-jalan, Uncategorized | 8 Komentar

Ketika Kanker Menyapa Mamaku

mamatehdetyMama tercinta

10 November, tentunya seluruh bangsa Indonesia tahu itu adalah hari Pahlawan, yang diperingati untuk mengenang jasa-jasa Pahlawan yang telah gugur di medan pertempuran. Hari yang sangat bersejarah bagi bangsa Indonesia. Tapi bagi aku hari Pahlawan mempunyai arti tersendiri, karena pada 10 November 2013 Mamaku tercinta meninggal dunia. Beliau wafat saat berjuang melawan penyakit kanker payudara.

Masih teringat jelas di benakku, bagaimana perjuangan Mama dengan sabar dan tabahnya menghadapi penyakit yang dideritanya. Penuh semangat beliau menjalani perawatan medis, aku yang selalu mendampinginya turut merasakan semangat Mama yang luar biasa.

Berawal dari tahun 1998 saat itu aku baru lulus SMA, Mama mengeluh setiap meraba payudara sebelah kanan, terasa ada benjolan sebesar kacang tanah, pikir Mama mungkin hanya kelenjar karena sering berpindah pindah. Saat itu aku belum mengerti, bagi ku itu hanya keluhan-keluhan Mama. Mama memang sering berkeluh kesah padaku tentang segala hal, dari persoalan kecil sampai kepersoalan yang besar. Anehnya setiap mengeluh, keluhannya itu selalu Mama jawab sendiri. Aku hanya dijadikan sebagai pendengar setianya saja. Baca lebih lanjut

Dipublikasi di Catatan Harian, Kesehatan | 2 Komentar

Dalam Diam

Aku terjemahkan diamku,
bersama bayangan wajahmu
dibalik warna hitam mataku.
Sinar matamu yang terasa ringan,
ternyata terasa berat dipundakku.
Entah bagaimana harus berjalan tegak dengan rasa ini.
Diamku bukan buih air yang hilang ditepian,
diamku bukan pula bayangan yang tak tentu arah.
Diamku adalah kau yang menyejukan hatiku…
Masihkah bertanya mengapa aku diam ??
Repost by Irmasenja
Dipublikasi di Uncategorized | Meninggalkan komentar

Resep Ayam Panggang Utuh

20140113_123810_1

Resep ayam panggang utuh ini merupakan resep warisan dari ibu mertua yang berasal dari daerah Bangka. Biasanya saya buat saat hari-hari istimewa dalam keluarga, seperti hari perayaan ulang tahun anggota keluarga, awal puasa, atau moment spesial lainnya. jika tidak untuk moment istimewa ayam tidak di masak utuh, melainkan di potong beberapa bagian.

 

Bahan

  • 1 ekor ayam kampung utuh
  • 1 ruas jahe dan laos dihaluskan
  • 3 ruas kunyit dihaluskan
  • 10 butir bawang merah dihaluskan
  • 7  butir bawang putih dihaluskan
  • 5 butir cabe merah keriting
  • 5 sereh di geprek
  • 3 lembar daun salam
  • 200 ml santan kental
  • 1 liter air
  • garam, gula, sesuai selera

Cara Membuat

  1. cuci ayam kampung utuh dengan bersih, taruh diatas wajan, lumuri dengan bumbu yang di haluskan.
  2. Tuangkan 1 liter air, tambahkan garam dan gula sesuai selera, diamkan kurang lebih 20 menit.
  3. Masukkan daun salam dan batang sereh, masak ayam dengan api sedang.
  4. kemudian masukkan santan kental, masak hingga matang, sampai air kering.
  5. Angkat dan panggang di oven hingga kering, sajikan dengan sambal dan lalap.

 

 

Dipublikasi di Dapur Adila | 2 Komentar

SEBUAH KERINDUAN

mawar 

image by google

 

Jika rindu itu mulai kembali datang,

sulit hati ini untuk membendungnya…

Rasa rindu yang tak tersampaikan,

rindu yang begitu teramat dalamnya…

Menyiksa di setiap relung batin hati,

air matapun mengalir jatuh menetes…

Seperti hujan yang turun dengan deras,

membasahi seluruh alam semesta…

Seperti luka yang selalu sulit diobati,

tak akan hilang terus berganti….

Seperti angin yang meniupkan hembus,

tak berwujud namun terasa semilirnya …

Sebuah kerinduan yang tak berujung,

tersimpan rapih di dalam sanubari…

Dipublikasi di Puisi | 3 Komentar

ROBB – ku

Doa kpd ROBB

image by google

Robb-ku lah yang paling mengeri aku,

Robb-ku lah yang paling memahami aku,

Robb-ku lah yang tahu, setiap apa yang aku inginkan.

Dan Robb-ku lah yang selalu ada untukku.

Mendampingi saat aku terjatuh dan saat aku terluka,

tanpa batas dan tanpa celah.

Namun terkadang, masih saja aku tidak menyadarinya.

Bahwa cinta-Nya begitu besar,

dan selalu ada disetiap nafasku.

Yaa Robb-ku yang agung,

pegangi aku disetiap langkah kakiku,

agar aku tidak tersandung.

Peluk aku di saat aku takut, agar aku tidak berteriak.

Rangkul aku saat aku bahagia.

Temani aku saat aku tertawa.

Agar aku selalu mengingat-MU di dalam keadaan apapun.

Dipublikasi di Puisi | 1 Komentar

Kesunyian Hati

hujan

image by google

Hujan rintik dimalam hari

Menjadi teman di kesunyian hati

Seolah-olah ikut memahami

Apa yang aku rasakan di dalam hati

Tentang hari yang sepi

Sendiri menatap diri

Saat rindu tak ingin menepi

Kegalauan datang menyelimuti

Hanya Robb ku lah yang setia menemani

Dipublikasi di Puisi | 3 Komentar